FOTO - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Sambas, AKP Sutrisno. (Ninemedia.id)
Ninemedia.id,. SAMBAS - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Sambas, AKP Sutrisno mengungkapkan kepolisian mendatangkan psikolog untuk memeriksa kejiwaan tersangka pembunuhan F yang meregang nyawa ayah kandungnya.
"Dari pihak kepolisian juga sudah mendatangkan Psikolog untuk melihat kejiwaan tersangka, untuk mengetahui apakah perbuatan yang dilakukan tersangka dampak dari konsumsi obat-obatan terlarang hingga minuman keras, dan juga pemeriksaan kejiwaan tersangka" Katanya. Kamis 02 Juni 2022.
Dikatakan AKP Sutrisno tersangka F sering mengkonsumsi minuman keras jenis arak dan pujok serta obat batuk codela dengan jumlah banyak.
"Informasi yang didapat tersangka sering mengkonsumsi miras jenis arak dan pujok, hingga mabuk serta sering minum obara batuk codela dalam jumlah banyak antara 20 hingga 40 butir hingga mabuk," Ungkapnya.
AKP Sutrisno memaparkan satu bulan sebelum kejadian tersangka pernah mengamuk di rumah. Dia mengungkapkan tersangka sudah dua kali hendak membunuh korban.
"Kami sudah mendatangkan psikolog untuk melihat kejiwaan Ferianto, tak lama lagi hasilnya keluar. Kemudian kami juga terus mendalami faktor-faktor lainnya yang menjadi penyebab tersangka melakukan perbuatan itu," Paparnya.
Kata Dia, dari pengakuan tersangka, hal itu dilakukan karena merasa benci dengan ayahnya sebab lebih memperhatikan anak yang lain dibandingkan dirinya.
BACA JUGA - Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Sambas, Reka Ulang 19 Adegan
BACA JUGA - Bupati Sambas Terima Penghargaan Dari Parmusi
"Dalam reka adegan yang dilakukan tersangka menjadi bagian dari tahapan untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Sajingan Kecil, Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung," imbuhnya.
Dimana sebelumnya, sambung Kasat pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan ke TKP juga dan memintai keterangan kepada sejumlah saksi dan tersangka yang sudah dilakukan pihak kepolisian.
"Sampai dengan saat ini, dari keterangan tersangka, pembunuhan dilakukan lantaran orang tuanya dianggap pilih kasih, lebih peduli dengan adik-adiknya dibandingkan dengan tersangka," Tutupnya. (Zal)
